Banjir besar yang pernah melanda,
Melenyapkan manusia yang penuh ego,
Tiupan kebenaran dibiarkan berlalu,
Mengundang murka yang maha pencipta,
Kini dunia kembali dibanjiri,
Kebanjiran maksiat melemaskan insan,
Natijah rapuhnya akar keimanan,
Dalam kebanjiran ini,
Masih ramai yang lelah menjadi perenang,
Melihat berlalunya Bahtera Penyelamat
Berlayar terus ditiup angin keimanan
Aku tidak ingin menjadi perenang,
Aku ingin menjadi penumpang,
Lemasnya sanak Nabi Nuh sebagai perenang
Selamatnya binatang sebagai penumpang
Bahtera itu masih menanti kita,
Jangan terhantuk baru tergadah,
Jangan biarkan nasi menjadi bubur,
Hayunkan kaki untuk berHIJRAH!!
Ya Muqallibal Qulub.. Thabbit qulubana 'ala di nika wa 'ala tha'atik..
Melenyapkan manusia yang penuh ego,
Tiupan kebenaran dibiarkan berlalu,
Mengundang murka yang maha pencipta,
Kini dunia kembali dibanjiri,
Kebanjiran maksiat melemaskan insan,
Natijah rapuhnya akar keimanan,
Dalam kebanjiran ini,
Masih ramai yang lelah menjadi perenang,
Melihat berlalunya Bahtera Penyelamat
Berlayar terus ditiup angin keimanan
Aku tidak ingin menjadi perenang,
Aku ingin menjadi penumpang,
Lemasnya sanak Nabi Nuh sebagai perenang
Selamatnya binatang sebagai penumpang
Bahtera itu masih menanti kita,
Jangan terhantuk baru tergadah,
Jangan biarkan nasi menjadi bubur,
Hayunkan kaki untuk berHIJRAH!!
Ya Muqallibal Qulub.. Thabbit qulubana 'ala di nika wa 'ala tha'atik..


0 comments:
Post a Comment